Multi-track Diplomasi
Multi-track Diplomasi
Hallo teman-temanku semua, semoga kabar baik selalu menyertai kalian semua. Pada kesemepatan kali ini, saya akan mencoba sedikit membahas tentang multi-track diplomasi, “Apasih kak, multi-track diplomasi itu?” Multi-track diplomasi merupakan suatu kerangka konsep yang digunakan dalam melakukan proses perwujudan perdamain dunia internasional. Multi-track diplomasi ini dilakukan untuk memenuhi kontribusi dalam proses peacemaking dan peacebuilding dalam lingkup internasional. Multi-track diplomasi ini memiliki komponen yang saling terkait seperti sebuah cobweb model, mulai dari kegiatan, individual, institusi, dan komunikasi yang lantas saling bekerjasama satu sama lain dalam mencapai sebuah perdamaian dunia (Diamond & Mc. Donald, 1996). Terdapat 9 jalur multi-track diplomasi yaitu Government (pemerintah), non-government (non-pemerintah), business (bisnis), private citizen (warga negara privat), research and education (penelitian dan edukasi), activism (aktivisme), religion (agama), funding (pendanaan), communication and media (komunikasi dan media). Dari kesembilan multi-track tersebut, yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini hanya dua yaitu pemerintah dan non-pemerintah karena terdapat dinamika yang kuat dalam perkembangannya.
Multi-track diplomasi mengalami dinamika dalam perkembangannya. Dinamika yang dimaksud adalah multi-track berasal dari dua track saja, yakni multi-track berupa Government (pemerintah) dan Non-government (Non-pemerintahan). Hal ini pada dasarnya berawal dari sebuah kesadaran adanya interaksi formal atau interaksi yang terjadi antar-pemerintahan dengan menugaskan seorang perwakilan diplomatik yang dilakukan oleh masing-masing negara bukanlah merupakan suatu metode yang akan selamanya efektif untuk dilakukan dalam mencapai kerjasama internasional dalam penyelesaian konflik ataupun menciptakan hubungan yang mutualistik. Selain itu, warga negara biasa yang memiliki berbagai macam latar belakang yang memiliki kredibilitas pada dasarnya juga dapat berkontribusi dan mampu dalam menciptakan adanya sebuah perdamaian (Diamond & Mc.Donald, 1996).
Jalur dalam multi-track diplomasi yang pertama yakni pemerintahan (government). Jalur pertama ini memiliki maksud yakni dalam melakukan proses diplomasi, membuat kebijakan serta membangaun suatu perdamaian harus dilakukan dengan proses diplomasi resmi melalui aspek-aspek formal dari pemerintah (Diamond & McDonald, 1996). Salah satu bentuk contoh dari penerapan jalur pertama ini dapat dilihat dalam pendekatan sistem perdamaian. Jalur diplomasi bentuk pertama ini dapat membentuk adanya suatu perdamaian politik melalui fungsinya dalam political rebuilding. Selain itu, pembangunan infrastruktur negara serta lembaga-lembaga internasional juga merupakan salah satu fungsi pemerintahan dalam membangun economic and institusional peace (McDonald, 2003).
Selanjutnya, jalur diplomasi pertama ini memiliki kelebihan yakni keabsahan kebijakan yang tidak diragaukan lagi sebab pemerintahan merupakan institusi formal dan pemerintah memegang peranan penting dalam sebuah negara, sehingga dapat dengan bebas menggunakan sumber daya, terutama demi mencapai kepentingan nasional. Sedangkan kekurangan dari jalur pertama ini yakni pemerintah terkesan eksklusif sehingga menyebabkan adanya rakyat yang merasa bahwa pemerintah tidak lagi memperjuangakan apa yang dibutuhkan oleh rakyat. Selain itu, adanya kesempatan dalam menyalahgunakan kekuasaan pun terbuka lebar karena pemerintah merupakan aktor yang memiliki wewenang dalam menciptakan segala kebijakan, aturan dan hukum yang ada.
Jalur dalam multi-track diplomasi yang kedua yakni non-pemerintahan (non-government). Jalur multi-track kedua ini pada dasarnya dilakukan oleh aktor profesional non-pemerintahan dalam membentuk serta membangun suatu perdamaian melalui resolusi konflik dengan mencoba menganalisi, mencegah, mengatasi serta mengelola konflik internasional melalui aktor-aktor non-negara (Institute for Multi-Track Diplomacy, 2013). Jalur kedua ini memiliki kelebihan yang salah satunya yakni mampu mencari jalan serta solusi lain dan improvisasi dalam melakukan pemeahan suatu masalah yang mungkin tidak dapat dijangkau oleh pemerintah. Selain kelebihan juga terdapat kekurangan, yakni dalam mencapai sebuah konsensus dibutuhkan waktu yang lama dan tidak terikat oleh hukum karena terbatasnya legitimasi yang dimiliki oleh aktor non-pemerintahan. Adapun contoh dari adanya jalur kedua ini yakni dapat dilihat dari Konferensi Indonesia Young Changemakers yang diadakan pada tahun 2012 merupakan sebuah konferensi yang terdiri atas sekumpulan pemuda Indonesia dan telah berkontribusi serta memiliki dampak yang nyata bagi kehidupan masyarakat diberbagai bidang.
Sekian dulu ya penjelasan singkat dari artikel ini, next time semoga kita bisa membahas sisa dari kesembilan multi-track diplomasi, yang baru bisa kita bahas dua multi-track diplomasi saja. Semoga bermanfaat, terima kasih.
Refrensi :
Institute for Multi-Track Diplomacy. (2013).
McDonald, John W. (2003).
Diamond, Louise and Mc.Donald, John. (1996).
Komentar
Posting Komentar